Tampilkan postingan dengan label pencerahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pencerahan. Tampilkan semua postingan

PELUANG BISNIS LUAR BIASA

Tahukah Anda?

Setelah isi ulang pulsa secara elektronik mulai diperkenalkan di Indonesia, pola isi pulsa masyarakat Indonesia langsung berubah ke cara ini. Hal itu karena kepraktisannya, tanpa perlu menggosok voucher fisik seperti sebelumnya.

Namun pola isi pulsa elektronik ini pun akan segera berubah, setelah PT. DFI melalui DBS mulai memperkenalkan cara isi pulsa yang lebih praktis dan lebih menguntungkan kepada masyarakat Indonesia.

Cara yang ditawarkan DBS adalah isi ulang pulsa dari HP anda sendiri melalui SMS baik isi ke diri sendiri ataupun ke orang lain online 24 jam lintas operator. Dengan cara ini masyarakat akan semakin dimudahkan dan diuntungkan karena isi pulsa tidak perlu lagi keluar biaya, pergi ke konter/ATM, kapanpun dan dimanapun.

Berbagai macam fasilitas komunikasi canggih dapat anda nikmati pula jika isi pulsa di DBS . Satu lagi nilai lebih yang tidak akan dapatkan selain isi pulsa di DBS, yaitu sebuah peluang bisnis yang sangat luar biasa.

Mau Gabung???Join Now

----------------------------------------------

PELUANG BISNIS LUAR BIASA

Saudara,

Maukah Anda mempunyai
SUMBER PENGHASILAN yang akan
memberikan uang kertas setiap hari kepada Anda
?

Maukah Anda hidup
mempuyai uang simpanan
ratusan juta rupiah di bank

tanpa perlu peras keringat banting tulang
untuk membuat kaya orang lain?

Maukah Anda mempunyai
satu perusahaan yang sah,
yang dapat dijalankan secara sampingan
atau sepenuhnya
dan memberikan jutaan rupiah
setiap minggu kepada Anda
?

Tidak inginkah Anda
seperti orang-orang berikut ini?


Bisnis Cerah Abad ini!!

Satriyo bhawiko purnomo adhi

Sarjana T. Industri ITB yang baru saja menyelesaikan studinya. Saat ini beliau fokus dalam mengembangkan bisnis DBS. Dengan Ribuan Member tersebar di seluruh wilayah Indonesia, penghasilannya yang telah mencapai puluhan juta/bln & telah berhasil membeli mobil BMW! Beliau mengatakan "Ada empat industri paling berkembang di Indonesia: Pertambangan, Perminyakan, Otomotif, dan Telekomunikasi. Industri Telekomunikasi saat ini menduduki peringkat AAA (terbaik) di negara kita. Jika dilihat dari product life cycle, kebutuhan telekomunikasi akan terus tumbuh dengan pesat sampai ratusan tahun kedepan!! Bahkan di mancanegara, pulsa sudah digunakan sebagai alat transaksi pengganti uang untuk beli tiket, produk, dll. PT DFI memiliki differensiasi dan positioning yang tinggi. Pulsa bukan lagi produk utama DFI, Teknologi keagenan pribadi dan Teknologi sms murah lintas operator menjadikan perusahaan ini menciptakan "blue ocean" sendiri di tengah persaingan bisnis yang begitu ketat. GO FREEDOM!!"



Sony Tri Angga Putra

Alhamdulillah, Terima kasih ya Allah, Terima kasih DBS...

Akhirnya setelah konsisten menjalankan bisnis DBS di sela-sela kuliah saya di Akuntansi UNPAD Bandung, saya dapat membeli motor impian saya Mio Soul Silver & Alhamdulillah, BMW 320i Silver... InsyaAllah sebentar lagi saya akan membeli rumah impian saya, mohon doa dari rekan2 DBS di seluruh Indonesia. Mohon doa nya juga supaya tahun ini saya dapat menyelesaikan kuliah saya, amin... Anda pasti bisa!! SALAM DAHSYAT & GOOOOOO FREEEEDOMMMMM!!!



Margono

Sopir Angkot juga Bisa!!

Beliau adalah seorang mantan supir angkot yang tidak pernah merasakan bangku kuliah, namun telah memiliki penghasilan puluhan juta dari bisnis ini. Hidupnya telah berubah setelah menjalankan DBS. Saat ini beliau telah membeli mobil MERCEDEZ BENZ C200, Daihatsu Xenia & memiliki 2 unit rumah! Bp. Margono,"Bisnis ini Luar biasa, Anda bisa sukses dari latar belakang apapun. Jangan pesimis, jadilah orang yang selalu punya sikap positif & optimis. Kesuksesan sudah ada didepan mata, Anda tinggal menjemputnya. Jangan salah pilih! DBS paling oke! Terima kasih DBS. SALAM DAHSYAT!!"

Lanjut membaca “PELUANG BISNIS LUAR BIASA”  »»

Resep Kaya Ala Orang Cina

Mau tahu kenapa banyak orang Tionghoa yang menjadi orang kaya?

1. Orang Tionghoa memiliki pegangan bahwa orang sukses adalah orang yang memanfaatkan setiap menit yang ada

2. Orang Tionghoa memandang bahwa banyak berinvestasi adalah perjalanan dasar untuk menggapai kekayaan, sedangkan bunga tabungan takkan sanggup membawa ke kepada kekayaan.

3. Sebagian besar orang kaya adalah pengusaha, dan sebagian orang Tinghoa berani menjadi pengusaha, dan semua itu karena orang Tionghoa menganggap bahwa dengan menjadi pengusaha maka akan memberikan nilai lebih untuk sukses dibandingkan menjadi karyawan.

4. Anak-anak Tionghoa menjadi kaya karena mewarisi bisnis orang tua yang telah berjalan bertahun-tahun dan tak perlu merintis dari nol

5. Pengusaha Tionghoa ‘tak pernah puas’ untuk mengejar target lebih tinggi

6. Orang Tionghoa memiliki mental yang positif, menghargai waktu, menganggap bahwa bekerja adalah kepuasan dan tidak berbisnis adalah hal yang beresiko

7. Orang Tionghoa selalu menjaga citra, karena citra yang rusak akan sulit dibangun kembali, sedangkan uang yang hilang bisa dicari kembali

8. Orang Tionghoa bisa kaya bukan karena banyak uang, namun lebih kepada memiliki banyak aset

9. Dalam konteks orang Tionghoa, bekerja keras tidak selalu identik dengan bekerja fisik ekstra lama atau berlebihan. Yang bisa bekerja adalah manusia dan uang. JIka hasilnya sama, mengapa bukan uang yang harus bekerja keras. Tampak jelas bahwa filosofi dan trik orang Tionghoa untuk mencapai kekayaan sangatlah sederhana.

Dikutip dari buku “Resep Kaya Ala Orang Cina”

Penulis : Eka Dharma Pranoto

Penerbit : Andi Offset

Lanjut membaca “Resep Kaya Ala Orang Cina”  »»

10 Cara Kaya Berdasarkan Al-qur’an dan Hadist

10 cara kaya berdasarkan Al-qur’an dan Hadist antara lain:

1. Bertaqwa (Al-qur’an surat Ath-Thalaaq [65]: 2-3 )

“…Barangsiapa yang bertaqwa kepada Alloh, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.”, ayat 3 “Dan memberi rizki dari arah yang tidak disangka-sangka.”

Taqwa menurut para ulama: Menjalankan perintah Alloh dan menjauhi larangan Alloh.

2. Taubat (QS. Nuh[71]: 10-12)

“Maka aku katakan pada mereka: “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat. Dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) untukmu sungai-sungai”"

3. Tawakal (Ath-Thalaaq [65]: 3)

“…Dan barangsiapa bertawakal kepada Alloh niscaya Alloh akan mencukupkan keperluan(nya)”

Menurut para ulama, Tawaqal adalah Menyerahkan semua ketentuan kepada Alloh, setelah segala usaha atau ikhtiar telah kita lakukan.

4. Bersyukur (QS. Ibrahim[14]: 7)

“…Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih. ”

5. Berhijrah karena Alloh

“Barangsiapa berhijrah dijalan Alloh, niscaya mereka mendapati dimuka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rizki yang banyak.” (QS. An Nisa[4]: 100)

6. Membina Silaturahim

“Pelajarilah (yang cukup) silsilahmu agar kamu bisa membina tali silaturahim, karena membina tali silaturahim menambah jalinan kasih sayang diantara keluarga-keluarga, memperbanyak kekayaan, dan memperpanjang umur.” (HR At-Tirmidzi dan Ahmad)

7. Menginfaqkan Harta

“Dari Abu Hurairah RA, Rosululloh SAW bersabda, :”Alloh telah berfirman: wahai anak adam! Infaqkanlah hartamu. Aku akan menambah hartamu.”

8. Menikah

“Dan menikahlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Alloh akan memampukan mereka dengan karuniaNya. Dan Alloh Maha luas (pemberianNya) lagi maha mengetahui” (QS. An Nuur : 32)

9. Akhirat sebagai tujuan utama

“Barangsiapa yang menjadikan akhirat sebagai seluruh tujuan dari tujuan-tujuannya, maka Alloh akan mencukupi duniawinya. Dan barangsiapa yang memperbanyak tujuan-tujuannyautnuk dunia, maka Alloh tidak peduli di lembah mana ia akan dibinasakan.”(HR Ibnu Majjah dan Al-Hakim)

10. Berdo’a dan Berusaha

Ayat tentang berdo’a:

“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu…”(QS. Al Mu’min[40]: 60)

Ayat tentang Berusaha (ikhtiar):

“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.”(QS. Al Jumu’ah[62]: 10)

“Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”(QS. Ar Ra’d[13]: 11)

Telah banyak ayat-ayat Al-Qur’an dan mutiara hadist yang menjelaskan tentang penting nya berdo’a dan berikhtiar atau berusaha, karena seperti ayat tadi Alloh tidak akan mengubah keadaan seseorang, jika orang itu tidak merubah dirinya sendiri.

Dari ayat-ayat tadi kita bisa lihat bahwa Alloh telah memberikan rahasia (The Secret) bagaimana mendapatkan rizki yang berlimpah dan berkah. Jadi saatnya kita kembali kepada Al-Qur’an dan Hadist, karena semua rahasia kehidupan tampaknya sudah Alloh tuliskan melalui Al-Qur’an dan Al Hadist. Wallohualam

Mudah-mudahan bermanfaat!

Lanjut membaca “10 Cara Kaya Berdasarkan Al-qur’an dan Hadist”  »»

INGIN BERWIRAUSAHA ?

Kalau kita baca disurat kabar mengenai lowongan kerja, ternyata banyak sekali penawaran kerja yang dipasang. Namun kenapa kok sampai sekarang masih banyak tenaga pengangguran, atau bagi yang sudah mendapatkan pekerjaan, ternyata sebagian besar tarap hidupnya masih kembang kempis.

Artinya apa sih ..?.

Memang penawaran kerja cukup banyak, namun banyak juga calon tenaga kerja yang melamar, ternyata kemampuannya tidak cocok, nggak siap pakailah gitu istilahnya.

Dan bagi yang sudah bekerja, ternyata juga masih banyak yang belum mendapatkan posisi yang pas dengan kemampuan yang dimiliki. Contohnya, teman saya keluaran salah satu perguruan tinggi, namun kerjanya hanya sebagai clerical saja atau ada juga lulusan D3 yang bekerja di mall, ngga jelas sebagai apa .

Dari pada menganggur, biarlah sebagai "batu loncatan" dulu untuk meraih kedudukan yang diidamkan, kilahnya.

Akibatnya besar pasak dari pada tiang. Kerja kendor makan kuat. Bayangin gaya hidupnya kaya manager, padahal kedudukannya hanya staff saja.

Lalu kenapa tidak memilih wirausaha saja sebagai jalan keluarnya ?. Tentunya yang sesuai dengan kemampuan dan keinginan pribadi anda.

Memang banyak orang berhayal untuk menjadi wirausahawan, tentunya wirausahawan yang sukses. Namun apa daya,

ketakutan untuk mengambil resiko dan ketidak pastian tentang masa depan, adalah merupakan hambatan utama untuk tercapainya cita-cita tersebut.

Namun tanpa disadari, orang selalu menyalahkan faktor "modal uang"lah yang menjadi kambing hitam.

"Modal wirausaha bukan hanya dana dan usaha. Yang tak kalah pentingnya adalah ketrampilan dan kiat-kiat yang lainnya"

Ngga percaya ?, cobalah simak tulisan tulisan berikutnya . Disini Anda akan menemukan bermacam-macam tulisan yang akan memberi semangat Anda, dalam mempertimbangkan berbagai aspek untuk memulai suatu usaha dalam sudut pandang yang berbeda.

* Bagaimana mencari sumber MODAL untuk kebutuhan membangun usaha Anda.

* Bagaimana menilai kekuatan dan kelemahan pada diri Anda.

* Bagaimana membuat rencana usaha sehingga menarik orang untuk menanamkan modal pada usaha Anda.

* Bagaimana mengetahui beberapa pertimbangan penting untuk dapat membedakan keberhasilan dan kegagalan rencana usaha yang akan Anda jalankan... dst dst.

SIAPAKAH ITU WIRAUSAHAWAN ?

Tanpa mengenal dan meyelami apa itu wirausaha dan bagaimana sifat-sifat yang telah dimiliki wirausahawan yang sukses, maka jalan untuk menuju keberhasilan usaha akan menghadapi jalan yang berliku-liku, bukan tidak mungkin menjadi buntu, alias cepat putus asa. Coba klik tulisan dibawah ini.

POTRET WIRAUSAHAWAN

Dengan mengetahui gambaran seorang wirausahawan sukses, Anda dapat mengetahui mengenai kepribadian yang anda miliki, apakah Anda potensial untuk menjadi wirausahawan atau Anda harus banyak belajar untuk merubah dan meningkatkan kepribadian Anda.

USAHA APA YANG COCOK BUAT DIRI ANDA?

Sebelum memilih kira-kira usaha apa yang cocok buat Anda, sebaiknya cobalah melakukan penilaian atas diri Anda secara jujur.

Lanjut membaca “INGIN BERWIRAUSAHA ?”  »»

Kepemimpinan yang Melayani

Kepemimpinan sering diartikan dengan jabatan formal, yang justru menuntut untuk mendapat fasilitas dan pelayanan dari konstituen yang seharusnya dilayani. Meskipun banyak di antara pemimpin atau pejabat yang ketika dilantik mengatakan bahwa jabatan adalah sebuah amanah, namun dalam kenyataannya sedikit sekali atau bisa dikatakan hampir tidak ada pemimpin yang sungguh-sungguh menerapkan kepemimpinan dari hati, yaitu kepemimpinan yang melayani.

Sebuah buku yang menarik tentang kepemimpinan yang melayani (servant leadership) ditulis oleh Dr. Kenneth Blanchard dan kawan kawan, berjudul Leadership by The Book (LTB). Ken Blanchard adalah juga co-author dari buku-buku manajemen yang sangat laris, seperti The One Minute Manager, Raving Fans, Gung Ho, dan Everyone’s Coach. Buku LTB mengisahkan tentang tiga orang karakter yang mewakili tiga aspek kepemimpinan yang melayani, yaitu seorang pendeta, seorang professor, dan seorang profesional yang sangat berhasil di dunia bisnis. Tiga aspek kepemimpinan tersebut adalah HATI yang melayani (servant HEART), KEPALA atau pikiran yang melayani (servant HEAD), dan TANGAN yang melayani (servant HANDS).

Hati Yang Melayani (Karakter Kepemimpinan)

Kepemimpinan yang melayani dimulai dari dalam diri kita. Kepemimpinan menuntut suatu transformasi dari dalam hati dan perubahan karakter. Kepemimpinan sejati dimulai dari dalam dan kemudian bergerak ke luar untuk melayani mereka yang dipimpinnya. Disinilah pentingnya karakter dan integritas seorang pemimpin untuk menjadi pemimpin sejati dan diterima oleh rakyat yang dipimpinnya. Kembali betapa banyak kita saksikan para pemimpin yang mengaku wakil rakyat ataupun pejabat publik, justru tidak memiliki integritas sama sekali, karena apa yang diucapkan dan dijanjikan ketika kampanye dalam Pemilu tidak sama dengan yang dilakukan ketika sudah duduk nyaman di kursinya.

Paling tidak menurut Ken Blanchard dan kawan-kawan, ada sejumlah ciri-ciri dan nilai yang muncul dari seorang pemimpin yang memiliki hati yang melayani, yaitu:

Tujuan paling utama seorang pemimpin adalah melayani kepentingan mereka yang dipimpinnya. Orientasinya adalah bukan untuk kepentingan diri pribadi maupun golongannya tetapi justru kepentingan publik yang dipimpinnya. Entah hal ini sebuah impian yang muluk atau memang kita tidak memiliki pemimpin seperti ini, yang jelas pemimpin yang mengutamakan kepentingan publik amat jarang kita temui di republik ini.

Seorang pemimpin sejati justru memiliki kerinduan untuk membangun dan mengembangkan mereka yang dipimpinnya sehingga tumbuh banyak pemimpin dalam kelompoknya. Hal ini sejalan dengan buku yang ditulis oleh John Maxwell berjudul Developing the Leaders Around You. Keberhasilan seorang pemimpin sangat tergantung dari kemampuannya untuk membangun orang-orang di sekitarnya, karena keberhasilan sebuah organisasi sangat tergantung pada potensi sumber daya manusia dalam organisasi tersebut. Jika sebuah organisasi atau masyarakat mempunyai banyak anggota dengan kualitas pemimpin, organisasi atau bangsa tersebut akan berkembang dan menjadi kuat.

Pemimpin yang melayani memiliki kasih dan perhatian kepada mereka yang dipimpinnya. Kasih itu mewujud dalam bentuk kepedulian akan kebutuhan, kepentingan, impian dan harapan dari mereka yang dipimpinnya.

Ciri keempat seorang pemimpin yang memiliki hati yang melayani adalah akuntabilitas (accountable). Istilah akuntabilitas adalah berarti penuh tanggung jawab dan dapat diandalkan. Artinya seluruh perkataan, pikiran dan tindakannya dapat dipertanggungjawabkan kepada publik atau kepada setiap anggota organisasinya.

Pemimpin yang melayani adalah pemimpin yang mau mendengar. Mau mendengar setiap kebutuhan, impian dan harapan dari mereka yang dipimpinnya.

Pemimpin yang melayani adalah pemimpin yang dapat mengendalikan ego dan kepentingan pribadinya melebihi kepentingan publik atau mereka yang dipimpinnya. Mengendalikan ego berarti dapat mengendalikan diri ketika tekanan maupun tantangan yang dihadapi menjadi begitu berat. Seorang pemimpin sejati selalu dalam keadaan tenang, penuh pengendalian diri dan tidak mudah emosi.

Kepala Yang Melayani (Metoda Kepemimpinan)

Seorang pemimpin sejati tidak cukup hanya memiliki hati atau karakter semata, tetapi juga harus memiliki serangkaian metoda kepemimpinan agar dapat menjadi pemimpin yang efektif. Banyak sekali pemimpin memiliki kualitas dari aspek yang pertama, yaitu karakter dan integritas seorang pemimpin, tetapi ketika menjadi pemimpin formal, justru tidak efektif sama sekali karena tidak memiliki metoda kepemimpinan yang baik. Contoh adalah para pemimpin karismatik ataupun pemimpin yang menjadi simbol perjuangan rakyat, seperti Corazon Aquino, Nelson Mandela, Abdurrahman Wahid, bahkan mungkin Mahatma Gandhi, dan masih banyak lagi menjadi pemimpin yang tidak efektif ketika menjabat secara formal menjadi presiden. Hal ini karena mereka tidak memiliki metoda kepemimpinan yang diperlukan untuk mengelola mereka yang dipimpinnya.

Tidak banyak pemimpin yang memiliki kemampuan metoda kepemimpinan ini. Karena hal ini tidak pernah diajarkan di sekolah-sekolah formal. Oleh karena itu seringkali kami dalam berbagai kesempatan mendorong institusi formal agar memperhatikan ketrampilan seperti ini yang kami sebut dengan softskill atau personal skill. Dalam salah satu artikel di economist.com ada sebuah ulasan berjudul Can Leadership Be Taught. Jelas dalam artikel tersebut dibahas bahwa kepemimpinan (dalam hal ini metoda kepemimpinan) dapat diajarkan sehingga melengkapi mereka yang memiliki karakter kepemimpinan. Ada tiga hal penting dalam metoda kepemimpinan, yaitu:

Kepemimpinan yang efektif dimulai dengan visi yang jelas.Visi ini merupakan sebuah daya atau kekuatan untuk melakukan perubahan, yang mendorong terjadinya proses ledakan kreatifitas yang dahsyat melalui integrasi maupun sinergi berbagai keahlian dari orang-orang yang ada dalam organisasi tersebut.

Bahkan dikatakan bahwa nothing motivates change more powerfully than a clear vision. Visi yang jelas dapat secara dahsyat mendorong terjadinya perubahan dalam organisasi. Seorang pemimpin adalah inspirator perubahan dan visioner, yaitu memiliki visi yang jelas kemana organisasinya akan menuju. Kepemimpinan secara sederhana adalah proses untuk membawa orang-orang atau organisasi yang dipimpinnya menuju suatu tujuan (goal) yang jelas. Tanpa visi, kepemimpinan tidak ada artinya sama sekali. Visi inilah yang mendorong sebuah organisasi untuk senantiasa tumbuh dan belajar, serta berkembang dalam mempertahankan survivalnya sehingga bisa bertahan sampai beberapa generasi.

Ada dua aspek mengenai visi, yaitu visionary role dan implementation role. Artinya seorang pemimpin tidak hanya dapat membangun atau menciptakan visi bagi organisasinya tetapi memiliki kemampuan untuk mengimplementasikan visi tersebut ke dalam suatu rangkaian tindakan atau kegiatan yang diperlukan untuk mencapai visi itu.

Seorang pemimpin yang efektif adalah seorang yang sangat responsive. Artinya dia selalu tanggap terhadap setiap persoalan, kebutuhan, harapan dan impian dari mereka yang dipimpinnya. Selain itu selalu aktif dan proaktif dalam mencari solusi dari setiap permasalahan ataupun tantangan yang dihadapi organisasinya.

Seorang pemimpin yang efektif adalah seorang pelatih atau pendamping bagi orang-orang yang dipimpinnya (performance coach). Artinya dia memiliki kemampuan untuk menginspirasi, mendorong dan memampukan anak buahnya dalam menyusun perencanaan (termasuk rencana kegiatan, target atau sasaran, rencana kebutuhan sumber daya, dan sebagainya), melakukan kegiatan sehari-hari (monitoring dan pengendalian), dan mengevaluasi kinerja dari anak buahnya.

Tangan Yang Melayani (Perilaku Kepemimpinan)

Pemimpin sejati bukan sekedar memperlihatkan karakter dan integritas, serta memiliki kemampuan dalam metoda kepemimpinan, tetapi dia harus menunjukkan perilaku maupun kebiasaan seorang pemimpin. Dalam buku Ken Blanchard tersebut disebutkan ada empat perilaku seorang pemimpin, yaitu:

Pemimpin tidak hanya sekedar memuaskan mereka yang dipimpinnya, tetapi sungguh-sungguh memiliki kerinduan senantiasa untuk memuaskan Tuhan. Artinya dia hidup dalam perilaku yang sejalan dengan Firman Tuhan. Dia memiliki misi untuk senantiasa memuliakan Tuhan dalam setiap apa yang dipikirkan, dikatakan dan diperbuatnya.

Pemimpin sejati fokus pada hal-hal spiritual dibandingkan dengan sekedar kesuksesan duniawi. Baginya kekayaan dan kemakmuran adalah untuk dapat memberi dan beramal lebih banyak. Apapun yang dilakukan bukan untuk mendapat penghargaan, tetapi untuk melayani sesamanya. Dan dia lebih mengutamakan hubungan atau relasi yang penuh kasih dan penghargaan, dibandingkan dengan status dan kekuasaan semata.

Pemimpin sejati senantiasa mau belajar dan bertumbuh dalam berbagai aspek, baik pengetahuan, kesehatan, keuangan, relasi, dan sebagainya.

Setiap hari senantiasi menselaraskan (recalibrating) dirinya terhadap komitmen untuk melayani Tuhan dan sesama. Melalui solitude (keheningan), prayer (doa) dan scripture (membaca Firman Tuhan).

Demikian kepemimpinan yang melayani menurut Ken Blanchard yang menurut kami sangat relevan dengan situasi krisis kepemimpinan yang dialami oleh bangsa Indonesia. Bahkan menurut Danah Zohar, penulis buku Spiritual Intelligence: SQ the Ultimate Intelligence, salah satu tolok ukur kecerdasan spiritual adalah kepemimpinan yang melayani (servant leadership).

Bahkan dalam suatu penelitian yang dilakukan oleh Gay Hendrick dan Kate Luderman, menunjukkan bahwa pemimpin-pemimpin yang berhasil membawa perusahaannya ke puncak kesuksesan biasanya adalah pemimpin yang memiliki SQ yang tinggi. Mereka biasanya adalah orang-orang yang memiliki integritas, terbuka, mampu menerima kritik, rendah hati, mampu memahami orang lain dengan baik, terinspirasi oleh visi, mengenal dirinya sendiri dengan baik, memiliki spiritualitas yang tinggi, dan selalu mengupayakan yang terbaik bagi diri mereka sendiri maupun bagi orang lain.

Lanjut membaca “Kepemimpinan yang Melayani”  »»



Back to Top