Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan

PELUANG BISNIS LUAR BIASA

Tahukah Anda?

Setelah isi ulang pulsa secara elektronik mulai diperkenalkan di Indonesia, pola isi pulsa masyarakat Indonesia langsung berubah ke cara ini. Hal itu karena kepraktisannya, tanpa perlu menggosok voucher fisik seperti sebelumnya.

Namun pola isi pulsa elektronik ini pun akan segera berubah, setelah PT. DFI melalui DBS mulai memperkenalkan cara isi pulsa yang lebih praktis dan lebih menguntungkan kepada masyarakat Indonesia.

Cara yang ditawarkan DBS adalah isi ulang pulsa dari HP anda sendiri melalui SMS baik isi ke diri sendiri ataupun ke orang lain online 24 jam lintas operator. Dengan cara ini masyarakat akan semakin dimudahkan dan diuntungkan karena isi pulsa tidak perlu lagi keluar biaya, pergi ke konter/ATM, kapanpun dan dimanapun.

Berbagai macam fasilitas komunikasi canggih dapat anda nikmati pula jika isi pulsa di DBS . Satu lagi nilai lebih yang tidak akan dapatkan selain isi pulsa di DBS, yaitu sebuah peluang bisnis yang sangat luar biasa.

Mau Gabung???Join Now

----------------------------------------------

PELUANG BISNIS LUAR BIASA

Saudara,

Maukah Anda mempunyai
SUMBER PENGHASILAN yang akan
memberikan uang kertas setiap hari kepada Anda
?

Maukah Anda hidup
mempuyai uang simpanan
ratusan juta rupiah di bank

tanpa perlu peras keringat banting tulang
untuk membuat kaya orang lain?

Maukah Anda mempunyai
satu perusahaan yang sah,
yang dapat dijalankan secara sampingan
atau sepenuhnya
dan memberikan jutaan rupiah
setiap minggu kepada Anda
?

Tidak inginkah Anda
seperti orang-orang berikut ini?


Bisnis Cerah Abad ini!!

Satriyo bhawiko purnomo adhi

Sarjana T. Industri ITB yang baru saja menyelesaikan studinya. Saat ini beliau fokus dalam mengembangkan bisnis DBS. Dengan Ribuan Member tersebar di seluruh wilayah Indonesia, penghasilannya yang telah mencapai puluhan juta/bln & telah berhasil membeli mobil BMW! Beliau mengatakan "Ada empat industri paling berkembang di Indonesia: Pertambangan, Perminyakan, Otomotif, dan Telekomunikasi. Industri Telekomunikasi saat ini menduduki peringkat AAA (terbaik) di negara kita. Jika dilihat dari product life cycle, kebutuhan telekomunikasi akan terus tumbuh dengan pesat sampai ratusan tahun kedepan!! Bahkan di mancanegara, pulsa sudah digunakan sebagai alat transaksi pengganti uang untuk beli tiket, produk, dll. PT DFI memiliki differensiasi dan positioning yang tinggi. Pulsa bukan lagi produk utama DFI, Teknologi keagenan pribadi dan Teknologi sms murah lintas operator menjadikan perusahaan ini menciptakan "blue ocean" sendiri di tengah persaingan bisnis yang begitu ketat. GO FREEDOM!!"



Sony Tri Angga Putra

Alhamdulillah, Terima kasih ya Allah, Terima kasih DBS...

Akhirnya setelah konsisten menjalankan bisnis DBS di sela-sela kuliah saya di Akuntansi UNPAD Bandung, saya dapat membeli motor impian saya Mio Soul Silver & Alhamdulillah, BMW 320i Silver... InsyaAllah sebentar lagi saya akan membeli rumah impian saya, mohon doa dari rekan2 DBS di seluruh Indonesia. Mohon doa nya juga supaya tahun ini saya dapat menyelesaikan kuliah saya, amin... Anda pasti bisa!! SALAM DAHSYAT & GOOOOOO FREEEEDOMMMMM!!!



Margono

Sopir Angkot juga Bisa!!

Beliau adalah seorang mantan supir angkot yang tidak pernah merasakan bangku kuliah, namun telah memiliki penghasilan puluhan juta dari bisnis ini. Hidupnya telah berubah setelah menjalankan DBS. Saat ini beliau telah membeli mobil MERCEDEZ BENZ C200, Daihatsu Xenia & memiliki 2 unit rumah! Bp. Margono,"Bisnis ini Luar biasa, Anda bisa sukses dari latar belakang apapun. Jangan pesimis, jadilah orang yang selalu punya sikap positif & optimis. Kesuksesan sudah ada didepan mata, Anda tinggal menjemputnya. Jangan salah pilih! DBS paling oke! Terima kasih DBS. SALAM DAHSYAT!!"

Lanjut membaca “PELUANG BISNIS LUAR BIASA”  »»

TEKNIK MENJUAL

Soal jual menjual, kita semua sudah tahu bahwa ini adalah suatu kegiatan yang boleh dikatakan suatu kegiatan ekonomi atau kegiatan sosial yang sudah berumur panjang. Kenapa ?, menurut saya yang namanya menjual itu bukan hanya menjual barang atau dagangan. Kegiatan menjual bisa saja dalam rangka mejual ide, menjual jasa, menjual peluang atau menjual apa sajalah termasuk menjual diri, yang penting disini bagaimana yang kita maui bisa dibeli atau dituruti oleh orang lain. Nah kegiatan semua itu kita sebut menjual.

Dalam kegiatan menjual, selain ada sesuatu yang akan dijual baik dalam bentuk barang atau dalam bentuk apapun, diperlukan suatu metode atau tehnik bagaimana cara untuk menjualnya. Untuk mencari kegiatan suatu usaha mungkin teman-teman akan mudah sekali mencari barang atau sesuatu untuk dijual. Tapi pertanyaannya bagaimana caranya agar barang atau jasa tersebut bisa laku ?. Tanpa mengetahui secara tepat cara atau teknik menjual barang, jasa atau ide, maka kegiatan menjual tersebut akan banyak gagalnya ketimbang lakunya. Padahal barangnya bagus, idenya cemerlang atau mungkin peminatnya sebetulnya cukup banyak.

Teknik menjual, dalam bentuk teori baik berupa buku, modul, pelatihan, hingga seminar dapat dikatakan sudah cukup banyak dan laris manis. Sampai-sampai orang macam Zig Ziglar, Tom Peters, Sergio Zymas, Guy Kawasaki, hingga Hermawan Kertajaya, Bondan Winarno, Rhenald Kasali terus diburu orang untuk mempresentasikan pengalaman dan pemikirannya tentang teknik menjual. Disisi lain, dengan semakin ketatnya persaingan dan canggihnya teknologi, teknik menjual mengalami revolusi besar yang tak kalah dahsyat dibanding revolusi kebudayaan Cina beberapa tahun silam.

Nah agar rekan-rekan mempunyai sedikit bekal untuk dipegang untuk memulai suatu usaha, perlu mengetahui beberapa teknik menjual. Namun perlu diingat oleh rekan-rekan bahwa yang namanya menjual itu bukan hanya menjual barang, pokoknya apapun yang anda ingini dari orang lain itu namanya saudara sedang melakukan suatu kegiatan untuk menjual sesuatu. Dibawah ini ada beberapa "teknik menjual" yang sering terjadi dilapangan, artikel ini saya ambil dari tulisan AM Lilik Agung di Media Indonesia.

Teknik pertama, manipulasi barang atau produk atau ide atau jasa. Memanipulasi barang yang akan kita jual itu caranya macam-macam, mulai dari yang tidak memerlukan biaya dan bisa juga sampai yang membutuhkan biaya tidak sedikit.

Yang tidak memerlukan biaya biasanya sering dilakukan seperti tukang obat di pinggir jalan. Bagaimana ia mempromosikan barangnya dengan memanipulasi bahwa barangnya paling hebat , paling manjur, nomor satu didunia dst.

Cara yang perlu biaya ya dengan memasang iklan mini, iklan dimedia elektronik, membuat brosur dan sejenisnya. Contohnya seperti apa yang telah diteliti oleh mahasiswa Bulaksumur UGM Yogyakarta tentang teknik menjual yang dilakukan oleh lembaga pendidikan, bahwa brosur yang mereka buat sangat memukau. Hampir semua lembaga pendidikan memakai embel-embel nama Gajah Mada atau GAMA. Ngga peduli lembaga pendidikan itu gurem atau bangunannya nyaris roboh. Promosinya berbunyi "Jaminan Diterima" dengan hurup menyolok. Taunya kata "jaminan diterima" itu artinya jaminan diterima dilembaga pendidikan tersebut.

Teknik menjual ini nyaris sama dengan teknik menjual rumah bebas banjir, obat pelangsing tubuh, alat penambah tinggi badan, obat tahan lama, obat memperbesar buah dada atau obat/alat memperbesar alat vital pria.

Teknik yang kedua, memalsukan merek. Maksudnya disini nama atau mereknya dibuat mirip-mirip dengan produk yang sudah terkenal. Dalam memalsukan ini kalau perlu tak sekedar nama atau merek, namun juga kemasannya, bentuk barang atau kegunaannya. Kalau jasa yang kita jual ya kita cari penjual jasa yang sudah terkenal, kita tiru namanya dan kemesannya, pokoknya kita buat mirip.

Dengan memalsu seluruh atribut produk yang terkenal, maka penjual tak pelu lagi terlalu bersusah payah membangun merek dan berpromosi. Merek elektronik terkenal Sony cukup ditiru dengan merek Suny, Sany, Sona atau lainnya yang mirip. Memalsu merek dan juga membajak di Indonesia masih terbuka lebar, apalagi undang-undang perlindungan hak intelektual masih belum tegas pelaksanaan. Ditambah kesadaran komsumen masih terbatas pada barang murah. Yang penting kegunaan sama, bentuk mirip, gampang diperoleh dan tanpa peduli akhirnya alias mutunya. Makanya barang bajakan cukup laku laris manis dan mudah didapat diIndonesia. Jadi kita-kita ini masih bisa bersainglah dengan perusahaan besar dan terkenal. Jadi teman-teman jangan takut bersaing.

Teknik yang ketiga adalah bagaimana mengatur keuntungan, mendapatkan keuntung yang besar namun sesaat tidaklah bijaksana jika dibandingkan mengambil keuntungan sedikit dari harga namun berkesinabungan dan mempunyai kesempatan untuk mengusai pasar. Nah kalau pasar sudah dapat dikuasai, pelanggang sudah banyak, produk sudah dikenal umum. Maka soal harga berikutnya, itu sih terserah anda.

Kita ambil contoh sebagai berikut seorang salesgirl obat kecantikan. Oleh perusahaan ia ditargetkan menjual 600 obat per bulan atau 20 buah perhari. Ternyata sales tersebut mampu memenuhi target dengan selamat. Caranya sales tersebut mendatangi dua toko kecantikan di dua kota masing-masing 300 buah. Harganya bila perusahaan mematok Rp 100 perbuah, maka ia menjualnya Rp. 85 dengan mengambil untung Rp 5 dari harga pabrik. Sedangkan toko kecantikan tersebut dengan harga beli dibawah Rp 100 yaitu sebesar Rp 85, toko tersebut mampu untuk memainkan harga dibanding dengan pesaingnya.

Contoh lainnya adalah apa yang dilakukan oleh Hypermarket Carefour dibulan Maret 2000 dalam pemasaran produknya menawarkan "Harga Terbaik" untuk konsumen. Teknik menjual dengan harga semakin murah yang ditawarkan kepada konsumen apabila Carefour mendapat potongan harga semakin besar dari suppliernya. Potongan akan semakin besar dari supplier jika Carefour dapat pasokan barang lebih banyak lagi. Misalnya order satu ton maka supplier akan memberikan potongan 10%. Membeli 2 ton potongan harganya 12%, membeli 3 ton potongannya menjadi 15%. Dengan adanya potongan itulah Carefour meneruskan ke konsumen, makanya harganya bisa bersaing dengan supermarket yang ada.

Teknik keempat, melalui subsidi silang. Istliah ini kata penjual untuk memperhalus arti sebenarnya. Subsidi silang diartikan bahwa sipenjual mejual produk yang satu dengan murah sementara produk yang lain lebih mahal. Atau yang satu rugi yang lain untung besar. Begitu juga untuk produk jasa, jasa yang kita keluarkan sendiri bisa kita bilang gratis tapi untuk jasa yang lain kita kasih harga yang pantas.

Begitu konsumen mulai sering berdatangan dan pesaing mulai kehabisan napas, barulah harganya kita sesuaikan lagi. Cara subsidi silang ini kalau diperhalus lagi bisa kita tetapkan harga sesuai geografis. Artinya kalau disuatu tempat pesaingnya ngga ada harga bisa didongkrak, namun kalau tingkat pesaingnya tinggi kita terpaksa menjual dengan harga pokok atau kalau perlu rugi dulu deh sedikit dengan banting harga.

Jika teknik-teknik tersebut sudah dapat kita selami arah dan tujuannya maka mudahlah buat rekan-rekan untuk memilih teknik mana yang bisa dan cocok untuk diterapkan.

Namun sebelum memilih teknik mana yang cocok. Saya perlu sampaikan beberapa tip yang perlu dicermati yaitu :

1. Barang atau jasa yang kita tangani tersebut, kita harus tahu persis dan mengerti benar. Artinya pelajari dahulu dengan sungguh sungguh produk tersebut kelemahannya, kejelekannya, cara kerjanya, kelebihannya, keindahannya, kesulitannya dst.

2. Lokasi atau daerah pemasaran dari produk atau jasa yang akan dijual. Apakah ramai dari pembeli, klas atau gaya hidup dari pembeli, tingkat persaingan didaerah tersebut.

3. Bagaimana kondisi dengan barang yang jenisnya sama dengan yang akan dijual. Apakah laku atau tidak, apakah lebih baik dari produk kita, apakah lebih mahal atau murah dsb.

Kalau kita sudah tahu 3 point diatas maka perbaikilah kondisi yang ada dan perbaiki produk kita sehingga kita punya optimisme yang tinggi untuk siap bersaing. Kemudian pilihlah teknik-teknik menjual diatas salah satunya atau semuanya sekalian.

Dari pengalaman tidak ada satupun pengusaha yang tiba-tiba langsung jadi besar dan berjaya ( Kecuali warisan atau KKN).

Mudah-mudahan dengan tulisan ini kita semua menjadi penjual atau sales yang baik atau pengusaha yang sukses, baik dari menjual diri sendiri sampai menjual produk atau pun menjual jasa. Dari saya diucapkan selamat berjuang untuk bisa menjual produk sebanyak-banyaknya..

Lanjut membaca “TEKNIK MENJUAL”  »»

Resep Kaya Ala Orang Cina

Mau tahu kenapa banyak orang Tionghoa yang menjadi orang kaya?

1. Orang Tionghoa memiliki pegangan bahwa orang sukses adalah orang yang memanfaatkan setiap menit yang ada

2. Orang Tionghoa memandang bahwa banyak berinvestasi adalah perjalanan dasar untuk menggapai kekayaan, sedangkan bunga tabungan takkan sanggup membawa ke kepada kekayaan.

3. Sebagian besar orang kaya adalah pengusaha, dan sebagian orang Tinghoa berani menjadi pengusaha, dan semua itu karena orang Tionghoa menganggap bahwa dengan menjadi pengusaha maka akan memberikan nilai lebih untuk sukses dibandingkan menjadi karyawan.

4. Anak-anak Tionghoa menjadi kaya karena mewarisi bisnis orang tua yang telah berjalan bertahun-tahun dan tak perlu merintis dari nol

5. Pengusaha Tionghoa ‘tak pernah puas’ untuk mengejar target lebih tinggi

6. Orang Tionghoa memiliki mental yang positif, menghargai waktu, menganggap bahwa bekerja adalah kepuasan dan tidak berbisnis adalah hal yang beresiko

7. Orang Tionghoa selalu menjaga citra, karena citra yang rusak akan sulit dibangun kembali, sedangkan uang yang hilang bisa dicari kembali

8. Orang Tionghoa bisa kaya bukan karena banyak uang, namun lebih kepada memiliki banyak aset

9. Dalam konteks orang Tionghoa, bekerja keras tidak selalu identik dengan bekerja fisik ekstra lama atau berlebihan. Yang bisa bekerja adalah manusia dan uang. JIka hasilnya sama, mengapa bukan uang yang harus bekerja keras. Tampak jelas bahwa filosofi dan trik orang Tionghoa untuk mencapai kekayaan sangatlah sederhana.

Dikutip dari buku “Resep Kaya Ala Orang Cina”

Penulis : Eka Dharma Pranoto

Penerbit : Andi Offset

Lanjut membaca “Resep Kaya Ala Orang Cina”  »»

POTRET WIRAUSAHAWAN

Oleh : Ir. H. Budi Santoso

Ada anggapan bahwa, kewirausahaan itu bakat dari lahir dan karenanya tidak dapat diajarkan. Etnis Cina dianggap memiliki bakat dibidang perdagangan, maka mereka potensial menjadi wirausahawan. Sedangkan suku Jawa dianggap memiliki mental priyayi dan suku Minang dianggap tidak dapat menjadi wirausahawan yang sukses. Lalu konklusinya, baik orang Jawa maupun orang Minang dianggap tidak mampu menjadi seorang pengusaha.

Benarkah demikian ?. Menurut hemat kami, mitos-mitos tersebut diatas tidak benar, sebab pengertian kewirausahaan bukan berpijak pada bakat sejak lahir, melainkan erat dengan tindakan atau aksi. Jadi tindakan atau aksi itulah yang menentukan seseorang sukses menjadi wirausahwan atau tidak.

Pengertian kewirausahaan.

Sebelum istilah wirausaha sepopuler seperti sekarang ini, dulu sering kita dengar istilah wiraswasta. Kata "wiraswasta" berasal dari Wira yang berarti utama, gagah, berani, luhur, teladan atau pejuang. Swa berarti sendiri dan Sta berarti berdiri. Jadi wiraswasta (entrepreneur) berarti pejuang yang utama, gagah, luhur, berani dan layak menjadi teladan dalam bidang usaha dengan landasan berdiri diatas kaki sendiri.

Definisi Kewirausahaan memang banyak dibuat oleh para ahli, tetapi mereka melihat dari perspektifnya masing-masing. Agar penegrtian kewirausahaan dapat diterapkan sesuai dengan lingkungan negara kita, maka telah disepakati definisi sebagai berikut ini.

Kewirausahaan adalah kesatuasn terpadu dari semangat, nilai-nilai dan prinsip serta sikap, kuat, seni, dan tindakan nyata yang sangat perlu, tepat dan unggul dalam menangani dan mengembangkan perusahaan atau kegiatan lain yang mengarah pada pelayanan terbaik kepada langganan dan piahak-pihak lain yang berkepentingan termasuk masyarakat, bangsa dan negara.

Selanjutnya definisi kewirausahaan yang telah disepakati tersebut akan lebih jelas jika dilengkapi dengan kualifikasi wirausahawan itu sendiri. Berdasarkan kualifikasi seseorang, wirausahawan dibedakan menjadi tiga yakni wirausahawan andal, wirausahawan tangguh, wirausahawan unggul.

Wirausahawan Andal.

Wirausahawan andal memiliki ciri-ciri dan cara-cara sebagai berikut. Yakni :

Pertama Percaya diri dan mandiri yang tinggi untuk mencari penghasilan dan keuntungan melalui usaha yang dilaksanakannya.

Kedua, mau dan mampu mencari dan menangkap peluang yang menguntungkan dan memanfaatkannya peluang tersebut.

Ketiga, mau dan mampu bekerja keras dan tekun untuk menghasilkan barang dan jasa yang lebih tepat dan effisien.

Keempat, mau dan mampu berkomunikasi, tawar menawar dan musyawarah dengan berbagai pihak, terutama kepada pembeli.

Kelima, menghadapi hidup dan menangani usaha dengan terencana, jujur, hemat, dan disiplin.

Keenam, mencintai kegiatan usahanya dan perusahaannya secara lugas dan tangguh tetapi cukup luwes dalam melindunginnya.

Ketujuh, mau dan mampu meningkatkan kapasitas diri sendiri dan kapasitas perusahaan denagn memanfaatkan dan memotivasi orang lain (leadership/managerialship) serta melakukan perluasan dan pengembangan usaha dgn resiko yang moderat.

Kedelapan, berusaha mengenal dan mengendalikan lingkungan serta menggalang kerja sama yang saling menguntungkan dengan berbagai pihak yang berkepentingan dgn perusahaan.

Lanjut membaca “POTRET WIRAUSAHAWAN”  »»

Peluang Usaha Jasa Pengadaan Barang

Usaha jasa pengadaan barang adalah usaha berupa jasa untuk menyediakan barang yang dibutuhkan oleh suatu lembaga, baik pemerintah maupun swasta. Usaha jasa pengadaan barang ini biasa juga disebut kontraktor. Setiap tahun, biasanya pemerintah memberikan anggaran belanja pada beberapa lembaga untuk belanja barang. Barang-barang tersebut biasanya digunakan untuk pemberdayaan masyarakat atau ‘koleksi’ lembaga tersebut.

Nah, untuk mencegah praktek KKN, maka diadakanlah tender (biasanya terbuka) untuk mencari siapa yang paling layak memegang amanah belanja barang tersebut. Panitia tender memilih peserta tender yang dinilai layak memegang uang rakyat tersebut.

Beberapa lembaga yang saya tahu sering berbelanja barang antara lain :

* Dinas pertanian

* Deperindag

* Dinas peternakan

* Sekolah-sekolah

* LSM di daerah bencana untuk pemberdayaan masyarakat

* dan masih banyak lagi (silahkan cari info di media massa di kota Anda)

Apa saja yang harus diperhatikan pada usaha jasa pengadaan barang ini ?

Bagi Anda yang berminat untuk menangkap peluang usaha ini, hal-hal yang harus Anda perhatikan antara lain :

* Anda harus memiliki perusaahan legal (Akta,Siup,TDP,NPWP)

* Cari info pengadaan barang di media massa, atau datang langsung di lembaga yang bersangkutan

* Menangkan tender pengadaan barang tersebut dengan memberikan tawaran barang berkualitas dengan harga pantas, ada pelayanan purna jual dan garansi. Biasanya peserta tender cukup banyak. Anda harus menang dengan tawaran tersebut

* Hindari untuk bermain curang, apalagi KKN dengan lembaga / panitia tender. Tidak masalah dapat uang banyak, yang penting halal dan barokah, he..he..

* Jika Anda menang tender, belanjakan uang tender untuk membeli barang SESUAI YANG ANDA TAWARKAN SAAT LELANG / PRESENTASI. Jangan pernah menggannti dengan barang lain, tanpa seijin panitia. Karena ini bisa menimbukan masalah di kemudian hari.

* Untuk memenuhi kebutuhan barang tender, biasanya Anda mencari supplyer barang tersebut. Carilah supplyer yang bisa dipercaya, lebih-lebih jika sudah berpengalaman

Tertarik ?

Lanjut membaca “Peluang Usaha Jasa Pengadaan Barang”  »»



Back to Top